Tak Pernah Direhab, Bangunan SD di Subang Nyaris Ambruk Simak Ulasanya

Beberapa bangunan ruangan kelas di SDN Batusari Desa Pangsor Kecamatan Pagaden Barat, Subang, hampir ambruk karena alami rusaknya kritis di sejumlah sisi.

Situasi rusaknya makin meluas serta kritis, lantaran mulai sejak belasan tahun paling akhir, sekolah punya pemerintah yg letaknya tdk jauh dari pusat kota itu, tidak sempat mendapatkan perlindungan perbaikan.

Baca Juga : Harga Baja Ringan

Pantauan, sekolah yg mempekerjakan sembilan staf pengajar, dua salah satunya berstatus PNS ini, mempunyai bangunan sejumlah tujuh lokal. Seluruhnya bangunan itu, kondisinya udah lapuk dikonsumsi umur.

Bagian-bagian bangunan, bahkan juga udah hancur, lantai mengelupas, langit-langit, atap bangunan serta gentingnya ambruk, dan sejumlah konstruksi jendela ruangan kelas, hilang.

Menyebabkan, jendela serta langit-langit ruang yg rusak kritis ini, terpaksa sekali disokong tiang bambu supaya tdk ambruk.

” Jika dilewatkan gak diperbaiki senantiasa, takutnya ambruk serta bahayakan keselamatan beberapa siswa. Jika kembali KBM (aktivitas belajar mengajar) juga sukai risau, takut ada genteng atau atap ambruk, soalnya kerusakannya udah kritis, ” kata Kepala SDN Batusari Edi Saprudin, Sabtu (27/8/2016) .

Sekolah itu, ujar ia, udah belasan tahun lalu ialah mulai sejak tahun 2000 tidak sempat mendapatkan perlindungan perbaikan dari pemerintah.

Hingga, rusaknya bangunan makin kritis serta meluas. Walau sebenarnya, pihaknya udah berulang-kali mengajukan perlindungan rehab, tapi tidak sempat digubris oleh dinas pendidikan ditempat.

” Beberapa kali serta sudah lama ngusulin perlindungan, tetapi gak sempat ditanggapi, ” keluhnya.

Karena situasi bangunannya yg memprihatinkan serta tdk nyaman untuk belajar, banyaknya siswa sekolah ini makin menyusut tiap-tiap tahunnya. Dari sebelumnya raih beberapa ratus siswa, saat ini banyaknya siswa yg tersisa cuma 83 orang saja.

” Banyak orang-tua siswa lebih menentukan masukin anaknya ke sekolah lainnya yg bangunannya bagus. Maka dari itu, siswa di tempat ini senantiasa menyusut. Lebih, di desa ini ada empat sekolah basic. Jadi siswanya menebar. Tetapi, sekolah kami gak sempat diambil, mungkin lantaran kondisinya yg memprihatinkan, ” ujar Edi.

Artikel Terkait : Harga Gypsum dan GRC

Menyikapi hal semacam itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, HE Kusdinar, menuding pihak sekolah kurang proaktip dalam ajukan perlindungan pada pemerintah. Karena, sampai kini, layanan perlindungan yg disiapkan pemerintah, banyak sekali.

” Memang, perlindungan untuk sekolah-sekolah itu kan banyak. Hanya, kepala sekolahnya saja yg kurang proaktip. Itu permasalahannya. Dinas sendiri akan bakal membantu sekolah, apabila sudah penuhi prasyarat supaya dapat perlindungan, ” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *