Baru dibangun, Gedung SMAN senilai Rp5 M ambrol Berikut Cuplikanya

Tembok gedung SMA Negeri 4 Kelurahan Sananwetan, Kota Blitar, ambrol. Sayangnya, konstruksi yang terkucuri dana APBD (2013) sebesar Rp5 miliar itu baru saja dibangun.

Guyuran hujan ditambah tepukan angin kencang pun mengakibatkan retakan besar pada landasan bangunan.

Koordinator LSM Komite Rakyat Penghilang Korupsi (KRPK) , Moh Triyanto, menilainya insiden rusaknya itu tidak lumrah. ” Disangka kuat rusaknya gara-gara buruknya kualitas bangunan. Serta itu gara-gara penyusutan nilai yang tidak cocok besaran tehnis (bestek) , ” tuturnya terhadap SINDO, Rabu (18/12/2013) .

Baca Juga : Harga Biaya Pasang AC

Mengingat besar cost yang digelontorkan, rusaknya awal selama 20 mtr. itu harusnya tidak berlangsung.
Lantaran, sebelum disuntik budget Rp5 miliar, Pemkot Blitar pun memberikannya dana sekira Rp2 miliar lebih untuk pengurukan landasan bangunan (2012) .

” Jika memandang besar budget serta ide pembangunan, perkara rusaknya sesuai ini harusnya tidak ada. Terkecuali nilainya berencana disusutkan, ” tegas Trianto.

Gedung SMAN 4 Kota Blitar adalah bangunan baru yang menurut master plannya dapat tersusun atas tiga lantai.
Bangunan itu dapat menyiapkan 25 lokal kelas. Perinciannya enam kelas untuk siswa kelas 12.

Lalu sembilan kelas untuk siswa kelas 11 serta sepuluh kelas untuk siswa kelas 10. Tiap-tiap kelas miliki kemampuan maksimum 32 siswa. Sesuai sama ide, gedung pendidikan itu mulai memiliki fungsi penuh pada tahun 2014.

Menurut Triyanto, perkiraan penyalahan bestek itu ialah resiko domino dari rutinitas upeti project yang tetap meriah di Kota Blitar. Tidak kecuali pembangunan gedung SMAN 4, di tiap-tiap project fisik rekan pemenang tender lelang, kata Triyanto harus menyetor fee 7 prosen (dari nilai project) terhadap pemangku kewenangan.

Artikel Terkait : Harga Granit – Marmer Per Meter

” Dari data yang kita punya, setoran 7 prosen itu disangka masuk ke kantong kepala daerah. Teknisnya lewat kepala dinas. Semua rekan harus lakukan itu, ” katanya.

Resiko yang berlangsung, hampir tidak ada bangunan fisik di Kota Blitar yang sesuai sama bestek rencana. Lantaran hanya satu trik rekan menggapai keuntungan ialah memang dengan kurangi kualitas material. ” Sekarang ini kita tengah kuatkan data sehubungan perkiraan penyalahan bestek yang berlangsung pada gedung SMA Negeri 4 ini, ” katanya.

Sesaat, ambrolnya bangunan gedung SMA Negeri 4 sudah merisaukan masyarakat kira-kira. Lantaran, bangunan itu bersebelahan langsung dengan permukiman masyarakat. ” Pemkot mesti selekasnya ambil langkah. Jangan sempat ambrolnya bangunan itu berpengaruh ke permukiman masyarakat, ” keluh seseorang masyarakat, Sugiarto.

Sesaat menyikapi rusaknya gedung SMA Negei 4 Kepala Inspektorat Pemkot Blitar Rusmiatun mengatakan telah mengetahui. Menurut dia, rusaknya bangunan gara-gara situasi alam. Serta mengingat project dalam pembuatan, semua rusaknya jadi tanggung jawab rekan.

” Kita udah monitoring ke lapangan. Dikarenakan ialah alam. Kita kembalikan ke rekan untuk lakukan perbaikan, ” tuturnya singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *