Bagaimana Wisata Religi dan Alam di Larantuka

Kecuali diketahui dengan wisata religi Semana Santa, Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim) , NTT ikut miliki wisata alam seperti pasir muncul di Mekko, sampai matahari tenggelam yang indah di Pantai Kawaliwu.

” Memang wisata religi berubah menjadi andalan. Namun Larantuka ikut punyai budaya serta ritual. Serta, itu berubah menjadi kemampuan pariwisata. Kemampuan alam ikut di kami banyak, seperti di Mekko serta sunset terunggul di Kawaliwu yang menarik buat di jual, ” kata Kepala Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima dalam info terdaftar, Selasa (25/12) .

Nia menuturkan Dinas Pariwisata serta Kebudayaan telah mendata destinasi-destinasi mungkin buat di kembangkan di Flores Timur.

” Kami mendata 15 tujuan wisata yang mungkin buat di kembangkan. Sesaat buat kebudayaan ada rumah kebiasaan serta beberapa benda bersejarah yang lain. Keseluruhan ada 115 yang dapat di kembangkan buat asset pariwisata, ” tuturnya.

Nia menuturkan jika waktu terunggul ke Larantuka ialah waktu Semana Santa. Lantaran menurut dia umumnya wisatawan memang mencari wisata religi.

Lihat ikut :

” Tahun ini kami mengembangkannya buat tawarkan sejumlah paket wisata, sekiranya kami bakal bikin Festival Titi Jagung serta sejumlah pekerjaan yang lain. Arahnya biar wisatawan dapat terlalu lama di Larantuka, ” tuturnya.

Dengan cara aksesibilitas, Larantuka dapat dijangkau dengan dua penerbangan dari Kupang, pada sore dan pagi. Sehubungan Amenitas atau sarana partisan pariwisata seperti hotel serta restoran yang berikan keamanan serta kenyamanan untuk banyak wisatawan juga tumbuh berkembang.

Sayangnya sampah masih tetap berubah menjadi kesulitan. Warga belum juga demikian sadar mengenai utamanya kebersihan di tujuan wisata. Sebab itu pihaknya lantas mengupayakan membangunkan kesadaran masyarkat lebih kurang.

” Kami akan membuat pergerakan sadar wisata di sini. serta minggu akhir ini kami bakal bersih-bersih pantai. Mudah-mudahan dapat menumbuhkan kesadaran warga bakal utamanya pariwisata di Larantuka, ” katanya.

Disamping itu Menteri Pariwisata Arief Yahya berulang-kali Menpar menuturkan jika budaya kian dilestarikan maka makin menyejahterakan. Menurut dia perkembangan budaya Indonesia adalah tanggung jawab bersamanya. Lebih budaya itu adalah satu diantaranya bagian khusus dalam kepariwisataan.

” Pariwisata kita basisnya budaya. Budaya bukan cuma tujuannya tari menari atau pertunjukan saja. Namun ikut tata nilai basic sebagai falsafah hidup Indonesia. Tata nilai itu sebagai pokok. Maka dari itu budaya itu kian dilestarikan kian menyejahterakan. Kekayaan budaya kita lah yang senantiasa berubah menjadi buruan wisatawan mancanegara, ” tutur Arief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *