Tahun Ini, 218.989 Sekolah Terapkan Pendidikan Karakter Berikut Cuplikanya

Tahun ini Program Penguatan Pendidikan Sifat (PPK) dicanangkan buat dipraktekkan di 218. 989 sekolah. Pada tahun ini, jumlah bertambah sangat cepat dari mula program ini di mulai pada 2016 yg cuma dilakukan di 542 sekolah. Melompat berubah menjadi 64. 213 sekolah di 2017, sesaat pada 2018 jumlah 188. 646 sekolah.

Pendidikan sifat anak rangka sangat utama dalam menyediakan anak didik di generasi mendatang. Lebih buat wujudkan generasi emas di jaman globalisasi. “Pendidikan sifat itu bukan hanya sopan santun, namun sifat pekerja keras, jujur, mandiri, disiplin, berani mengambil kemungkinan, dan nasionalisme tinggi, ” kata Sekjen Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi kala diskusi pendidikan di Tangerang Selatan (Tangsel) , Banten, tempo hari.

Baca Juga : Cara Membaca Jangka Sorong

Didik memberikan, buat menyaksikan dari hasil PPK memang tak dapat dalam sesaat lantaran termasuk juga ke investasi pendidikan yg butuh proses waktu panjang. “Apa yg kita melakukan (PPK) 15–20 tahun kembali dapat disaksikan, lantaran tak seperti bangunan yg langsung nampak gedungnya, ” pungkasnya.

Akan tetapi, sekarang sinyal tanda PPK sukses dikerjakan dapat kelihatan, umpamanya tingkat kedisiplinan siswa tambah bagus. Perihal ini dapat disaksikan dari Ujian Nasional Berbasiskan Pc (UNBK) yg menambah jujur dan berkarakter kuat anak-anak ketimbang sekian tahun waktu lalu.

Ia memberikan, dahulu dimana UN tetap berbasiskan kertas tetap sangat mungkin siswa buat mencontek maupun guru mendukung menjawab bab. Akan tetapi, saat ini dengan UTBK jujur dan berkarakter kuat siswa bertambah serta siswa lantas puas melakukan bab berbasiskan pc itu.

“Mereka bukan sedih, namun puas (dengan UTBK) . Ini memberikan sifat anak disiplin serta miliki integritas, ” ujarnya. Pada level TK serta SD, penanaman sifat termasuk juga yg konsentrasi dilaksanakan. Didik menyampaikan, anak-anak mesti dibiasakan dengan nilai-nilai yg baik hingga kelak bakal jadi sifat serta sifat bakal berubah jadi budaya.

Ia memberikan, kenapa pendidikan sifat itu maksud selanjutnya merupakan budaya dikarenakan kelak anak-anak lantas dapat punyai budaya antre, disiplin, usaha giat, jujur, mandiri yg bisa jadi sisi sifat anak di saat depan. “Makanya jangan sempat anak-anak kita dieksploitasi di TK (taman kanak-kanak) buat calistung, namun penanaman sifat jadi lupa, ” katanya.

Disamping itu, konser musik The Magic of Music Saya Anak Indonesia diadakan jadi proses pembinaan sifat anak lewat lagu-lagu Indonesia. Konser ini menghadirkan lagu-lagu anak serta lagu nasional yg digemari banyak orang di tahun ’80-an serta tahun awal kalinya. Superintendent Sekolah Global Sevilla Michael Thia bertindak sebagai penyelenggara acara mengemukakan, anak-anak sekarang banyak terekspos dengan lagu-lagu Barat serta lagu dewasa yang lain.

Artikel Terkait : Cara Menghitung IP Address dan Subnet Mask

Walaupun sebenarnya, lagu-lagu itu tak pantas dengan cara psikologis pada anak. “Kami mau mengenalkan lagu-lagu anak, lagu nasional, serta lagu daerah dan menumbuhkan perasaan nasionalisme pada siswa kami. Walaupun kami merupakan sekolah dengan kurikulum internasional, kami terus membimbing siswa kami dengan nasionalisme lewat konser musik ini, ” ujarnya di Usmar Ismail Hall tempo hari.

Kesempatan ini adalah kali ke-tiga dilakukan dengan pesan kuat yg pengin diungkapkan merupakan menumbuhkan kecintaan anak terhadap Indonesia, mengenalkan budaya serta mengenalkan lagu-lagu legendaris Indonesia terhadap anak-anak.

Ia memberikan, walaupun sekolahnya berkurikulum internasional, mereka terus mengenalkan musik tradisionil yg diperdengarkan pun lewat alat musik gamelan serta angklung. “Tujuannya merupakan biar anak tak lupa bakal budayanya. Musik tradisionil ini dikenalkan pun biar anak tak kehilangan jati diri, ” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *