Terkait Soal UN SMA Bocor, Sanksi dari Kemendikbud Dinilai Terlalu Ringan Simak Ulasanya

Kemendikbud lewat Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) udah berikan sangsi tegas terhadap peserta serta pengawas dalam perkara kebocoran bab ujian nasional berbasiskan pc (UNBK) level SMA buat mata pelajaran Matematika.

Dalam ketentuan Puspendik yg diumumkan dengan cara terbuka melalui situs Kemendikbud, ditetapkan udah berlangsung pelanggaran di sebagian sekolah penyelengara UNBK. Dimana siswa dibebaskan membawa handphone atau camera. Lantas peserta memfoto serta mengedarkan soalnya melalui kelompok populasi atau media sosial.

Baca Juga : Stakeholder adalah

Atas perbuatan itu, Puspiptek berikan sangsi tegas berwujud penundaan hasin UNBK peserta. Dan buat pengawas tak dibolehkan mengawas sepanjang implementasi UNBK.

Sayangnya sangsi ini menurut Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) M Ramli Rahim, sangat gampang. Sangsi itu akan tidak menyebabkan resiko kapok untuk peserta didik atau pengawas.

Salah satunya soal pendidikan kita lantaran hukuman yg tak mendidik. Bila pengawas yg beda hukumannya cuma itu, mungkin saja jadi puas ia, dapat bebas pekerjaan. Buat siswa lantas, itu jelas sangat gampang, tidaklah ada pun pengaruhnya buat kelulusan, ” jelas Ramli melalui pesan elektroniknya, Kamis (4/4) .

Artikel Terkait : Variabel Adalah

Selayaknya, kata Ramli, siswa yg jadi pemeran dibatalkan kelulusannya dari sekolah atau diolah dengan cara hukum. Dan pengawas, harusnya hukumannya lebih berat.

Umpamanya penurunan pangkat atau penundaan kenaikan pangkat dalam saat tertenti. Ini lantaran kesalahan atau mungkin saja kesengajaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *