Simak Produsen Diminta Tanggung Jawab Urus Sampah Plastik

Pergerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) minta produsen plastik serta produsen minuman dan makanan paket plastik untuk turut bertanggungjawab dalam pengumpulan sampah plastik di Indonesia.

Ini dia tegaskan berkaitan penemuan sampah bungkus mi instant yang berumur 19 tahun. Photo penemuan itu ramai di Twitter, umur sampah teridentifikasi berdasar pada tulisan ‘Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku’.

“Butuh tanggung jawab dari produsen pula untuk menghimpun kembali sampah-sampah paket yang mereka produksi,” tutur Manajer Program GIDKP Dithi Sofia waktu dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/4).

Dithi menjelaskan peranan produsen serta industri dalam pengendalian sampah ada dalam Ketentuan Pemerintah (PP) nomer 97 Tahun 2017 mengenai sampah rumah tangga serta sejenisnya.

Baca Juga : Contoh Teks Anekdot

“Produsen memang miliki tanggung jawab untuk mengurus sampah produksi serta mengkonsumsi serta ada ketentuannya. Tidak cuma sebab konsumennya miliki kebiasaan habis gunakan buang,” kata Dithi.

Dithi pula menjelaskan GIDKP merekomendasikan supaya perusahaan mendesain lagi plastik paket berbahan yang gampang didaur lagi dengan alami serta lebih tebal supaya bisa dipakai berulang-kali.

“Plastik mesti dibikin berbahan yang lebih gampang didaur lagi serta dibikin lebih tebal supaya tidak gampang sobek. Kami merekomendasikan bila masih tetap memakai plastik supaya plastiknya dapat di daur lagi atau dipakai lagi,” kata Dithi.

Walau demikian, Dithi merekomendasikan produsen tetap harus mengurus sampah sebab penduduk masih tetap terlatih langsung buang plastik walau baru sekali gunakan.

Contohnya seperti Aqua menyiapkan drop box di titik-titik tersendiri untuk kembalikan sampah paket botolnya. Menghimpun sampah-sampah paket botol air mineral di laut untuk lalu di daur ulang lagi jadi botol,” papar Dithi.

Dithi menjelaskan supaya lebih gampang didaur lagi, plastik mesti terbuat berbahan plastik murni. Dithi menjelaskan kombinasi zat aditif pada pembuatan plastik akan menyulitkan proses daur lagi. Satu diantara contoh plastik yang dicampurkan zat aditif ialah kantong plastik di pasar swalayan.

“Jika kantong plastik di swalayan beda sebab digabung dengan kombinasi aditif yang membuat susah didaur lagi. Jika yang dapat didaur lagi itu umumnya plastik murni tanpa ada kombinasi aditif,” kata Dithi.

Artikel Terkait : Contoh Teks Eksplanasi

Dihubungi terpisah Marine Tourism & Ocean Plastic Manager Indarwati Aminuddin menjelaskan penemuan bungkus Indomie menyampaikan pesan jika Indonesia belum pikirkan pengurangan sampai skema pengendalian sampah dengan baik.

“Ini sebetulnya contoh jika kita tidaklah terlalu berfikir bagaimana atau kurangi serta hentikan buang sampah di laut. Ini pesan yang dikatakan dari pembungkus Indomie itu,” tutur Indarwati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *