Inilah Badan Antariksa Jepang Ledakkan Asteroid Cari Asal Usul Bumi

Pengumpulan bukti-bukti Jepang mulai ke arah asteroid. Misi ini direncanakan buat meledakkan kawah asteroid ke permukaannya serta menghimpun bahan yang bisa menyampaikan evolusi tata surya.

Misi itu jadi yg terkini dalam sekumpulan eksplorasi yg dijalankan oleh tubuh antariksa Jepang Hayabusa2. Eksplorasi ini lantas didambakan bisa mengutarakan tambah banyak terkait asal mulanya kehidupan di Bumi.

Baca Juga : Pengertian Data

Akan tetapi pekerjaan yg diskedulkan dijalankan ini hari, Jumat (5/4) dipandang bisa jadi yg sangat beresiko dari investigasi Hayabusa2, serta menyertakan pelepasan piranti yg di isi dengan bahan peledak.

Peledak itu dimaksud ” small carry-on impactor ” , suatu piranti bersifat kerucut yg ditutup dengan basic tembaga. Peledak ini bakal muncul dari Hayabusa2, sehabis probe udah datang cuma 500 mtr. diatas asteroid Ryugu.

Probe selanjutnya bakal tinggalkan daerah itu, serta penabrak itu diprogram buat meledak 40 menit selanjutnya. Peledak bakal menggerakkan sisi bawah tembaga ke arah Ryugu, dimana dia bakal mencungkil suatu kawah ke permukaan asteroid yg terdapat 300 juta km. dari Bumi.

Hayabusa2 bakal menjauh dari daerah itu buat jauhi rusaknya oleh puing-puing dari ledakan atau tabrakan dengan Ryugu.

Waktu mengerjakan peledakan ini, Hayabusa2 bakal melaunching camera diatas area ledakan yg semestinya bisa tangkap gambar dari acara itu.

Camera mesti bisa mengirim gambar-gambar itu, namun tidak jelas kapan konfirmasi pertama kesuksesan misi akan tiba.

Dibutuhkan dua minggu buat pengumpulan bukti-bukti tersebut buat kembali lagi tempat aslinya di dekat Ryugu sehabis ledakan serta resiko.

” Kami suka menyaksikan apa yg bakal berlangsung disaat penabrak itu bertabrakan dengan asteroid, ” Takashi Kubota, pengamat tehnik di tubuh antariksa Jepang (JAXA) , menuturkan terhadap wartawan pekan awal ini.

Artikel Terkait : Pengertian Sistem Informasi

Kawah itu dapat menggapai diameter 10 mtr. bila permukaannya berpasir, namun lebarnya lebih kecil tiga mtr. bila berbatu, menurut banyak ilmuwan JAXA.

Project Sama NASA

Project Deep Impact NASA sukses membuat kawah produksi dalam sesuatu komet pada 2005, namun cuma buat arah penilaian.

Arah dari kawah di Ryugu ialah buat melemparkan material fresh dari bawah permukaan asteroid yang bisa menyampaikan terkait saat-saat awal tata surya.

Pada Februari, Hayabusa2 datang sekejap di Ryugu serta menembakkan peluru ke permukaan buat menghimpun debu, sebelum meledak kembali lagi tempat penahanannya.

Asteroid itu diperhitungkan mempunyai kandungan sebagian besar bahan organik serta air dari kira-kira 4, 6 miliar tahun yang silam disaat tata surya lahir.

Misi Hayabusa2 yg berharga kira-kira 30 miliar yen atau sama dengan US$270 juta, di luncurkan pada Desember 2014 serta diskedulkan buat kembali lagi Bumi dengan sampelnya pada 2020.

Foto-foto Ryugu, yg bermakna miliki arti ‘Istana Naga’ dalam bahasa Jepang serta mengacu ke suatu kastil di basic lautan dalam dongeng Jepang kuno, perlihatkan asteroid miliki permukaan kasar penuh batu-batu besar.

Hayabusa2 memonitor permukaan asteroid dengan camera serta perabotan penginderaannya namun pun udah kirim dua robot perayap MINERVA-II kecil dan robot Prancis-Jerman MASCOT buat menopang penilaian permukaan.

Dengan ukuran sebesar kulkas besar, Hayabusa2 ditambahkan dengan panel surya serta adalah penerus perayap asteroid pertama JAXA. Hayabusa sendiri bahasa Jepang buat elang.

Pengumpulan bukti-bukti itu kembali dengan sampel debu dari asteroid bersifat kentang yg lebih kecil pada 2010, lepas dari beragam kemunduran sepanjang pengembaraan tujuh tahun epiknya serta dipuji menjadi kemenangan ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *